Kapal China Disebut Ganggu Pengeboran Lepas Pantai Indonesia di Laut Natuna

Peta Blok Tuna di perairan Natuna-Indonesia

Mandalapos.co.id, Natuna- Dalam laporannya, energyvoice.com menyebutkan adanya gangguan dari penjaga pantai Tiongkok-Beijing terhadap pengeboran lepas pantai milik Indonesia di Natuna.

Energyvoice.com adalah platform berita digital dan cetak yang menyelidiki dan melaporkan hal-hal penting dalam minyak, gas, listrik, dan transisi energi di Dunia.

Laporan energyvoice.com dibubuhi judul ‘Beijing interferes with Natuna drilling offshore Indonesia in South China Sea’ yang diterbitkan pada Jumat 20 Agustus 2021.

Disebutkan pula dalam narasi pembukanya, sebuah kapal China telah ikut campur dengan kampanye pengeboran Harbour Energy yang sedang berlangsung di blok Tuna di lepas pantai Laut Natuna Indonesia.

Insiden tersebut menggaris bawahi fakta bahwa kepentingan energi Moskow di Laut China Selatan semakin terancam oleh China.

“A Chinese ship has been meddling with Harbour Energy’s ongoing drilling campaign at its Tuna block in the Natuna Sea offshore Indonesia. Significantly, the appraisal drilling is funded by Russia’s state-backed Zarubezhneft and the incident underscores the fact that Moscow’s energy interests in the South China Sea are increasingly being threatened by China,” sebut laporan energyvoice.com dikutip mandalapos, Minggu(22/8).

Untuk diketahui, Premier Oil pada tahun 2020 lalu telah mendapatkan partner untuk mengelola Blok Tuna di perairan Natuna.

Perusahaan migas milik pemerintah Rusia, Zarubezhneft, mengakuisisi 50% hak partisipasinya. Akuisisi ini dilakukan melalui anak usahanya, ZN Asia Ltd.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto sebelumnya menyebut pandemi Covid-19 tidak menurunkan minat investasi migas. Hal ini terbukti dengan masuknya perusahaan pelat merah dari Negeri Kremlin ke Indonesia.

“Investasi di Indonesia relatif lebih baik dibanding negara lainnya. Penurunannya hanya sekitar 18%,” ujar dia.

Blok Tuna adalah wilayah Kerja migas di lepas pantai Indonesia yang terletak di Laut Natuna di dekat perbatasan Vietnam, dengan kedalaman air sekitar 110 meter.

Daratan Indonesia terdekat dari Blok Tuna adalah Pulau Sekatung, Kecamatan Pulau Laut, Natuna, dengan jarak dari sumur Kuda Laut berjarak 216 kilometer, dan dari sumur Singa Laut berjarak 218 kilometer.

Sementara jarak Blok Tuna dengan fasilitas produksi Indonesia terdekat, yakni Natuna Sea Block A yang berada di sekitar perairan Anambas, berjarak sekitar 385 kilometer.

Lapangan di Blok Tuna memiliki peran strategis secara geopolitik. Letaknya berbatasan dengan Vietnam dan dekat dengan Laut Cina Selatan yang kerap menjadi wilayah sengketa berbagai negara, terutama Tiongkok.

Dengan beroperasinya blok migas itu, diharapkan semakin menguatkan kedaulatan Indonesia di tertorialnya.

***Alfian

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini