ANAMBAS, mandalapos.co.id – Pagi itu, suasana di Gedung Kantor Desa Teluk Sunting terasa berbeda. Satu per satu warga datang, membawa harapan di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi.
Suasana di ruangan sederhana itu dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Pemerintah Desa Teluk Sunting, Kecamatan Siantan Tengah, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk bulan April 2026 kepada 13 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Setiap keluarga menerima Rp300 ribu, angka yang mungkin terlihat kecil, namun berarti besar bagi kebutuhan sehari-hari.
Di balik penyaluran itu, tersimpan cerita tentang perjuangan menjaga komitmen. Kepala Desa Teluk Sunting, Sahroni, mengungkapkan bahwa kondisi keuangan desa saat ini tidak sedang baik-baik saja.
“Anggaran desa yang sebelumnya mencapai sekitar Rp900 juta, kini tersisa kurang lebih Rp275 juta. Tapi alhamdulillah, BLT-DD tetap bisa kita salurkan,” ujarnya.
Keputusan itu bukan tanpa pertimbangan. Dalam musyawarah desa, pemerintah dan warga sepakat bahwa bantuan tunai harus tetap menjadi prioritas, terutama bagi mereka yang paling terdampak kondisi ekonomi yang belum stabil.
Bagi warga penerima, bantuan tersebut bukan sekadar angka, melainkan penopang hidup. Sahroni pun mengingatkan agar dana yang diterima digunakan secara bijak.
“Gunakan untuk kebutuhan pokok sehari-hari,” pesannya.
Tak hanya soal ekonomi, perhatian juga diarahkan pada kondisi lingkungan dan kesehatan warga. Di tengah ancaman musim kemarau, Sahroni mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.
Ia meminta warga tidak membakar sampah sembarangan serta bersama-sama menjaga sumber mata air agar tidak mengalami kekeringan. Terlebih bagi kelompok rentan seperti orang tua dan lanjut usia, kesehatan menjadi hal yang harus dijaga bersama.
Di desa kecil di ujung negeri itu, bantuan mungkin terbatas. Namun kepedulian dan gotong royong tetap menjadi kekuatan utama agar masyarakat bisa bertahan menghadapi berbagai tantangan.*
*YAHYA



















