BLT Menyusut, Harapan Tak Ikut Surut: Kisah Warga Terempa Barat di Tengah Kemarau

ANAMBAS, mandalapos.co.id – Pagi itu, satu per satu pintu rumah warga diketuk. Bantuan datang, tapi jumlahnya tak lagi sama.

Tanggal 2 April 2026, di Desa Terempa Barat kecamatan Siantan kabupaten kepulauan Anambas,penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kembali dilakukan. Bukan di balai desa, melainkan langsung dari rumah ke rumah. Cara yang sederhana, tapi terasa lebih dekat.

Namun ada yang berbeda. Dari sebelumnya 36 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), kini hanya tersisa 10 KPM. Sebuah penurunan signifikan yang tak bisa diabaikan. Setiap penerima mendapatkan Rp200 ribu per bulan, dengan total Rp600 ribu untuk tiga bulan.

Di balik angka-angka itu, ada cerita yang lebih dalam. Kepala Desa Terempa Barat, Asmarandi, memilih turun langsung ke lapangan. Bersama aparat desa dan didampingi pihak Babinsa Koramil 02/ Tarempa dan Bhabinkamtibmas, ia memastikan bantuan sampai ke tangan warga yang berhak.

“Harapan kita ke depan, BLT ini bisa disalurkan rutin setiap bulan tanpa keterlambatan,” ujarnya.

Di tengah penyaluran bantuan, kekhawatiran lain ikut menyelinap cuaca ekstrem. Musim kemarau mulai terasa. Sumber air kian terbatas.

Asmarandi tak hanya datang membawa bantuan, tapi juga pesan penting. Ia mengimbau warganya untuk mulai berhemat air. Menggunakan seperlunya, dan memastikan keran ditutup saat tidak digunakan. Hal kecil, tapi krusial di tengah kondisi yang tak menentu.

Ucapan terima kasih pun ia sampaikan kepada semua pihak yang terlibat. Dari aparat keamanan hingga tim penanggulangan bencana, yang turut memastikan proses berjalan lancar.

Di desa kecil itu, bantuan mungkin berkurang. Tapi kepedulian masih tetap terasa.

Dan di tengah kemarau yang mengeringkan tanah, harapan warga Terempa Barat masih terus dijaga.*

*YAHYA

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini