Meski Tak Mampu Pengaruhi Pemilih Muda, Elektabilitas Prabowo – Gibran Tetap di Atas 50 Persen

0
166

Mandalapos.co.id, JAKARTA – Tingkat keterpilihan (elektabilitas) pasangan capres – cawapres nomor urut 2 Prabowo – Gibran makin jauh mengungguli pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD dan pasangan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar. Elektabilitas Kedua pasangan ini bahkan tak dapat bergerak naik lagi alias mentok.

Demikian hasil survei terbaru dari Dinamika Survei Indonesia, yang dilakukan pada 15 – 27 Januari 2024 di 34 provinsi seluruh Indonesia .

Koordinator Dinamika Survei Indonesia (DSI) Alvian Septiansyah, mengatakan, Survei DSI melibatkan 1.880 responden yang diambil secara acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin error 2,21 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

“Responden ditanyai siapa presiden yang akan dipilih jika pilpres diadakan saat ini. Sebanyak 52,1 persen publik mengaku akan memilih Prabowo – Gibran sementara Ganjar Pranowo – Mahfud MD dipilih sebanyak 30,7 persen dan Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar hanya mendapatkan simpati sebesar 11,3 persen dan tidak memilih 5,9 persen,” kata Alvian dalam keterangan tertulis, Jumat (2/2/2024).

Namun dari survei ini ditemukan adanya anomali sosial yang terjadi di masyarakat, khusus pada pemilih muda berusia 17 tahun hingga 35 tahun yang dalam penelitian ini jumlahnya mencapai 58,9 persen.

Menurut Alvian, para pemilih muda berpendapat bahwa lembaga-lembaga ekonomi dan politik di Indonesia tidak memberikan dampak yang positif untuk mereka. Mereka juga tidak mempercayai kekuatan dan kemampuan dari pemerintahan Jokowi untuk memperbaiki keadaan perekonomian.

Lebih lanjut diungkapkan Alvian, 72,8 persen responden mengatakan bahwa mereka sebagian besar merasa pesimis terhadap masa depan dan 78,9 persen mengatakan negara ini secara keseluruhan “berada di jalur yang salah.”

“Survei tersebut menemukan bahwa sebanyak 89,3 persen para pemilih muda di Indonesia sangat khawatir tentang akses terhadap penguasaan perekonomian yang lebih menguntungkan kelompok kaya dan korporasi di lingkaran kekuasaan saja,” ungkapnya.

DSI juga menyampaikan kaum muda khawatir mengenai standar dasar dalam hidup. Selain pesimisme mereka terhadap masa depan negara, para pemilih muda juga merasa pesimis terhadap jalan hidup mereka sendiri. Pemilih muda menyatakan keyakinan mereka bahwa status quo ekonomi sangat merugikan generasi muda.

Dimana 89,3 persen responden setuju dengan pernyataan bahwa korporasi mempunyai kekuasaan yang terlalu besar. Sedangkan 88,7 persen setuju bahwa sistem ekonomi secara tidak adil terlalu memihak kelompok kaya

Sementara itu, Pengamat politik Institute for Digital Democracy (IDD) Yogyakarta, Bambang Arianto menilai masih unggulnya Prabowo – Gibran dikarenakan elektabilitas pasangan nomor urut 2 itu masih tinggi.

“Kalau kita lihat unggulnya Prabowo – Gibran karena elektabilitas nya yang masih tinggi,” kata Bambang.

Bambang menilai Prabowo – Gibran lebih diuntungkan dengan adanya Jokowi sebagai figur yang menjadi daya magnet masyarakat.

Lanjut Bambang menjelaskan, bahwa saat ini naiknya elektabilitas Prabowo – Gibran karena adanya dorongan dari sikap Jokowi yang terus memperlihatkan adanya dukungan secara tidak langsung, melalui pertemuan dengan Prabowo beberapa waktu lalu.

Namun, saat ditanyakan terkait anomali sosial yang terjadi di masyarakat khusus pada anak muda, Bambang menyebutkan hal itu terjadi karena kurangnya perhatian Jokowi kepada anak muda, pasalnya banyak kaum milenial yang saat ini belum bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah.

“Khawatirnya kaum muda dalam standar dasar hidup, karena kurangnya perhatian Jokowi kepada anak muda, pasalnya banyak kaum milenial yang saat ini belum bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah,” ujarnya.

Selain itu, kekhawatiran lain dalam ekonomi adalah pemerintah Jokowi masih menyampingkan perhatian kepada UMKM yang saat ini belum berjalan dengan baik, dimana banyak UMKM tutup dan kalah bersaing dengan perusahaan besar memiliki modal kuat.

Menurut dia, Gibran sebagai perwakilan anak muda harus membangkitkan UMKM dalam pembangunan perekonomian di Indonesia, karena peran UMKM dalam perekonomian juga cukup besar.

“Banyak pemilik modal yang lebih mementingkan usahanya ketimbang membantu mengembangkan UMKM yang selama ini telah ikut serta dalam pembangunan ekonomi. Hal ini yang harus diperhatikan Gibran untuk mendongkrak UMKM menjadi lebih besar,” tutupnya. * (Daf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini